


gundhul-gundhul pacul-cul,
gembelengan,
nyunggi-nyunggi wakul-kul,
gembelengan,
wakul glimpang
segane dadi salatar
wakul glimpang
segane dadi salatar
(anak dengan kepala gundul berkuncung
berlagak sok
membawa bakul di kepala
berlagak sok
bakul terjatul
nasinya tumpah di halaman
bakul terjatuh
nasinya tumpah di halaman
” lelagon gundhul-gundhul pacul yang diungkapkan secara simbolik tersebut mengimplikasikan tentang pesan moral agar manusia tidak takabur. karena ketakaburan dapat menjadikan seseorang tidak akan pernah mensyukuri harta benda yang dimilikinya. sehingga harta benda itu bagaikan nasi tumpah di halaman. tidak memiliki makna bagi kemaslahatan”