Info Sekolah
Minggu, 14 Apr 2024
  • Selamat Datang Di Madrasah Aliyah Bilingual
17 Desember 2022

PP. Amanatussalam sedang di Pesantren Wisata Amlam.

Sabtu, 17 Desember 2022 Kategori : Uncategorized

PP. Amanatussalam sedang di Pesantren Wisata Amlam.
12 Agustus 2021
· Jombang, Jawa Timur ·
Pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah KH Nurcholis Misbah dan Bu Nyai Mudik ke Jombang
Oleh Fahrizal Ischaq Addimasqie
Abah Nur sapaan akrabnya, juga disebut dan disiarkan di vlog resmi besutan Pondok Junwangi, Krian, Sidoarjo. Disebut mudik karena memang beliau berasal dari Jombang, dahulu ketika kami masih tinggal di Junwangi sebagai putra menantu, sering “ndereaken” beliau mudik ke Jombang, di pasar Jombang kota tepatnya, dekat dengan Pesantren Tambak Beras yang diasuh sahabat kami KH. Abdul Latif Malik, Lc. Untuk mengunjungi Mbah Nyai Zahro, Ibu Kandung dari Abah Nur dan tak lupa “andok” Nasi Goreng Arang yang fenomenal itu.
Seringkali dalam perjalanan kami berdua didongengi masa-masa sulit ketika beliau hidup di Jombang, jauh keadaanya seperti saat ini, mulai dari Si Mbah yang pernah “nyangoni” Abah dengan uang “kelutikan” (recehan) ketika kuliah di Jogja, sering tidur di makam karena memang tidak ada kamar di rumah, mengalah dari adik-adik beliau, hingga betapa gigihnya Si Mbah Zahro yang berjualan ayam potong di depan rumah untuk membesarkan putra-putra beliau yang berjumlah 4 orang, kebetulan rumah beliau berada di tengah pasar dan persis di depan makam Islam. Masa sulit yang begitu pedih beliau habiskan di Jombang sebagai seorang pendekar, yang setiap melihat orang latihan bela diri, selalu menantang untuk berkelahi, yah memang wajar beliau menyebut dirinya agak “mbeling” karena hobi beliau pada waktu itu adalah “gelut” atau berkelahi, nantangin orang di sana-sini.
Banyak orang yang menilai kesuksesan itu dengan apa yang terjadi saat ini, padahal semua itu ada prosesnya dan masa lalu yang pahit luar biasa, setiap orang punya jatah pahit dan manis dalam hidupnya, jika masa mudanya ia tempuh dengan perjuangan dan kerja keras, maka masa tuanya pasti akan memanennya, dan juga sebaliknya, hati-hati dengan rasa nyaman di masa muda, karena ia seperti bom waktu kesusahan, akan meledak kapanpun, di masa yang akan datang. Saya tutup tulisan ini dengan histori Abah Nur yang dahulu sering matur ke Ibunya ingin jadi supirnya Kiai, lalu Mbah Zahro menimpali putranya ” Yo, Ojo mung supir, mbok Dadhi Kiai Pisan to Le!” (Jangan hanya menjadi supir, harusnya mimpimu sekalian jadi Kiai Nak!” Begitu tegasnya. Kisah ini kami dengar langsung dari Mbah Zahro saat kami menjemput kedatangan haji Abah Nur dan Ibu di Asrama Haji, juga mendengar langsung dari Abah Nur, benar saja, setelah 20 tahun putra dari pedagang ayam potong itu menjadi Kiai tersohor di Sidoarjo, santrinya ribuan, dihormati, dan dari segi ekonomi, tidak hanya cukup, bahkan melimpah, wal hamdu, wa tsana’u lillah.
Ini menggambarkan, betapa pentingnya cita-cita di masa muda, kita tidak perlu melihat anak siapa, ekonomi seperti apa dan bahkan pendidikan kita setinggi apa, maka lihatlah Allah, lihatlah bahwa kita adalah hamba Yang Maha Agung, Maha Luar Biasa, Tuhan yang tak akan pernah mengecewakan hamba-Nya jika meminta, semua menjadi mungkin jika sandaran kita adalah Allah, bukan orang tua, bukan kecerdasan apalagi hanya ekonomi, tidak ada mustahil bagi Allah, sebagai kalimat penutup, jangan pernah membatasi kemampuan Allah dengan kemampuan berfikir kita, background Keluarga kita, apalagi hanya diukur dengan kondisi ekonomi kita, bagi Allah terlalu sederhana untuk membuat kita sukses dan hebat di masa yang akan datang, jika Allah Ridlo. Selamat pagi, dan jangan lupa minum kopi !

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pos Terbaru

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Santri Baru
2 bulan yang lalu
Laboratorium Kepemimpinan
5 bulan yang lalu
SKT Academic Tour
5 bulan yang lalu

Info Sekolah

MADRASAH ALIYAH BILINGUAL

NSPN : 20584599
JUNWANGI NO.43 C RT 09 RW 03 KRIAN SIDOARJO
TELEPON 081333171462
EMAIL mabilingualnew@gmail.com
WHATSAPP +62-81333171462